Berapa kali kejadian, sales udah capek-capek meyakinkan konsumen buat DP unit Blok C-9, eh pas mau transfer ternyata unitnya udah di-booking sales lain 5 menit yang lalu?
Ini kekacauan klasik yang sering terjadi karena sistem kelola stok developer masih pakai grup WhatsApp atau papan tulis di kantor marketing.
Bahaya Sistem Manual (Excel & Kertas)
Kalau lu mengelola puluhan atau ratusan unit, delay informasi 1 jam aja bisa bikin double booking. Selain bikin repot urusan refund, ini ngancurin reputasi developer di mata konsumen. Sales juga jadi ragu-ragu pas nawarin, mereka harus selalu konfirmasi dulu: "Bentar ya Bu, saya cek ke admin dulu unitnya masih kosong apa nggak." Hilang momentum jualan.
Digitalisasi Stok Unit (Real-time Inventory)
Sistem yang bener harusnya ngasih kebebasan buat sales jualan dengan peda. Stok unit, status (Available, Booking, Sold), sampai harga terbaru yang udah di-update sesuai Price List bulan ini harus bisa diakses dari HP masing-masing sales secara real-time.
Teknologi kayak gini bukan cuma soal rapi, tapi ningkatin moral tim jualan. Mereka tau sistemnya fair, cepat, dan transparan.